RSS

9 Layanan Bimbingan konseling

08 Mei

LAYANAN ORIENTASI

Layanan orientasi adalah layanan yang membantu peserta didik  untuk mengenal dan memahami keadaan dan situasi yang ada pada lingkungan sekolah  yang baru dimasukinya,agar peserta didik lebih familiar dengan sekolahnya serndiri,maka ia perlu mengetahui lebih jauh tentang berbagai fasilitas & program-program yang ada di sekolah.

Tujuan layanan orientasi: Tujuan layanan orientasi adalah agar peserta didik dapat beradaptasi danmenyesuaikan diri dengan lingkungan baru secara tepat dan memadai. Sehinggapeserta didik akan lebih mudah dalam mengikuti kegiatan-kegiatan sekolah gunamencapai keberhasilan belajarnya. Selain itu layanan orientasi diharapkan dapat mencegah timbulnya permasalahan penyesuaian siswa dengan pola kehidupan sosial, belajar dan kegiatan lain disekolah yang berkaitan dengan keberhasilan siswa. Begitu juga bagi orang tua agar memahami kondisi dan situasi sekolah sehingga dapat mendukung keberhasilan anaknya.

Contoh nya :

Peserta didik yang baru memasuki lingkungan yang baru (Sekolah)biasanya masih merasa bingung atau canggung .Maka itu diperlukan layanan orintasi sebagai pengenalan untuk peserta didik agar dia lebih memahami lingkungan sekolah yang baru dimasukinya,dan untuk mempermudah atau memperlancar berperannya peserta didik dilingkungan yang baru ini.Karena itu, di lingkungan yang masih baru pastilah butuh kesiapan tersendiri agar kita mudah menyesuaikan diri.Tujuannya pasti. Dengan lebih mudah dan cepat beradaptasi, maka kita pun akan lebih gampang bersosialisasi.  Tips atau kiat menyesuaikan diri :

  • Cari tahu sebanyak mungkin informasi tentang sekolah atau tempat baru tersebut untuk persiapan adaptasimu. Giatlah mencari informasi dengan cara bertanya, browsing internet, atau membaca.
  • Persiapkan diri. Misalnya, jika sekolah baru itu membutuhkan kesiapan fisik prima karena harus apel setiap pagi di asrama, maka dari sekarang hal itu bisa dipersiapkan dengan rajin berolahraga.
  • Tempat baru selalu memiliki ”kejutan”, jadi persiapkan diri untuk bertemu dengan berbagai macam karakter orang.
  • Berlaku baiklah kepada semua orang. Selalu senyum dan ramah adalah cara paling sederhana yang bisa dilakukan.
  • Ikuti setiap aturan resmi yang berlaku di sekolah atau tempat baru.
  • Tidak perlu langsung menunjukkan siapa diri kamu dan tetaplah low profile. Lama-lama mereka akan mengetahui dan mengenal diri kita.
  • Jangan menutup diri, aktif dan bergabunglah di beberapa kegiatan sekolah baru. Pengalaman baru kembali didapat, teman pun semakin bertambah.

Pustaka : http://id.wikipedia.org/wiki/konselor pendidikan

LAYANAN MEDIASI

PENGERTIAN

Mediasi berasal dari kata “media” yang artinya perantara atau penghubung. Layanan mediasi adalah layanan yang dilaksanakan oleh konselor terhadap dua pihak atau lebih yang sedang mengalami keadaan tidak harmonis (tidak cocok).

TUJUAN

UMUM: tercapainya kondisi hubungan yang positif dan kondusif diantara para klien, yaitu pihak-pihak yang berselisih.

KHUSUS: difokuskan kepada perubahan atau kondisi awal menjadi kondisi baru dalam hubungan antara pihak-pihak yang bermasalah.

KONDISI AWAL ANTARA KEDUA BELAH PIHAK KONDISI YANG DIKEHENDAKI
1. Rasa bermusuhan terhadap pihak lain2. Ada perbedaan kesenjangan dinbanding pihak lain

3. Sikap menjauhi pihak lain

4. Sikap mau menang sendiri terhadap pihak lain

5. Sikap ingin membalas

6. Sikap kasar dan negative

7. Sikap mau benar sendiri

1. Rasa damai terhadap pihak lain2. Adanya persamaan dengan pihaklain

3. Sikap mendekati pihak lain

4. Sikap mau memberi dan menerima terhadap pihak lain

5. Sikap memaafkan

6. Sikap lembut dan positif

7. Sikap mau memahami

KOMPONEN

1. Konselor

Adalah seorang memahami permasalahan yang terjadi antara pihak yang bermaslaah dan berusaha membangun jembatan antara pihak yang bermasalah tersebut.

2. Klien

Klien terdiri dari dua pihak atau lebih yang sedang mengalami ketidakcocokan dan sepakat meminta bantuan konselor untuk menangani permasalahan itu.

3. Masalah klien

Adalah masalah hubungan yang terjadi antara individu atau kelompok yang sedang bertikai dan meminta konselor untuk mengatasinya.

ASAS

1. Kerahasiaan

2. Keterbukaan

3. Kesukarelaan

4. Kekinian

5. Kemandirian

PENDEKATAN DAN TEKNIK

a. Saya “oke” kamu “oke”

Kondisi hubungan yang efektif dan kondusif.

b. Komunikasi secara dewasa

Berbicara apa adanya, secara lugas, tanpa mengkritik, menuntut da memerintah apalagi menghukum.

c. Pendekatan komprehensif.

d. Pendekatan realistic, bermoral dan bertanggungjawab

 

Teknik umum:

  • Penerimaan terhadap klien dan posisi duduk
  • Penstrukturan
  • Ajakan untuk berbicara
  • Taknik lainnya: kontak mata, kontak psikologis, dorongan minimal dan 3M.
  • Keruntutan, refleksi dan pertanyaan terbuka.
  • Penyimpulan, penafisran dan konfrontasi, transferensi dan kontra-transferensi, frustasian
  • Teknik khusus lainnya: pemberian informasi dan contoh pribadi, perumusan tujuan, pemberian contoh dan latihan keluguan, permainan peran, pemberian nasehat, kontrak,
  • Pendekatan politik
  • Waktu dan tempat diselenggarakan dengan netral (tidak memihak pada salah satu pihak).

OPERASIONALISASI

Perencanaan

Identifikasi pihak-pihak yang akan menjadi peserta layanan MED, mengatur pertemuan denganpeserta layanan, menetapkan fasilitas layanan dan menyiapkan kelengkapan administrasi.

Pelaksanaan

Menerima pihak-pihak yang menjadi peserta layanan, melaksanakan penstrukturan layanan MED, membahas masalah yang dirasakan oleh pihak-pihak, menyelenggarakan pengubahan tingkahlaku pihak-pihak, membina komitmen demi hubungan baik dan melakukan penilaian segera.

Evaluasi

Melakukan evaluasi segera dan jangka pendek, tentang pelaksanaan hasil-hasil MED, khususnya menyangkut pihak-pihak.

Analisis hasil evaluasi

Menafsirkan hasil evaluasi dan kaitannya dengan ketuntasan penyelesaian masalah yang dialami pihak-pihak yang mengikuti layanan MED.

Tindak lanjut

Menyelenggarakan layanan MED lanjutan untuk membicarakan hasil evaluasi dan memantapkan upaya perdamaian antara pihak-pihak.

Pelaporan

Membicarakan laporan yang diperlukan oleh pihak-pihak peserta layanan dan mendokumentasikan laporan layanan.

Contoh nya : Bullying antar Genk di sekolah

Geng dimaknai sebagai sekelompok orang yang jumlahnya tak terlalu banyak, yang melakukan kegiatan secara bersama-sama, dan memiliki kegemaran yang sama pula. Kegiatan yang dilakukan bisa negatif bisa positif. Namun, istilah geng selalu berkonotasi negatif. Di sekolah pada usia remaja, banyak muncul geng-geng yang terkadang menimbulkan persainganantar geng dan berujung dengan konflik. Geng-geng tersebut akan saling menjatuhkan satu sama lain agar dapat diakui di sekolah.hal tersebut membuat perselisihan antara geng satu dengan geng lain nya.

Sumber Pustaka

http://konselingindonesia.com/index.php?option=com_content&task=blogcategory&id=86&Itemid=46

 

LAYANAN INFORMASI

Layanan informasi adalah layanan berupa pemberian pemahaman kepada siswa tentang berbagai hal yang diperlukan untuk menjalani tugas dan kegiatan di sekolah dan untuk menentukan dan mengarahkan tujuan hidup.

Jenis-jenis informasi yang diberikan kepada siswa yaitu :

  1. Informasi bidang pribadi
  2. Informasi bidang sosial
  3. Informasi bidang belajar
  4. Informasi bidang karier

Layanan dapat dilakukan dengan membawa siswa ke suatu tempat atau narasumber tertentu untuk mendapatkan gambaran dan informasi secara lebih jelas.

Pustaka :Rahman, Hibana s. 2003, Bimbingan dan Konseling pola 17. UCY Press Yogyakarta

Contoh nya :

Strategi serta Tips Lulus Ujian Nasional 

Ujian nasional memang telah menjadi momok tersendiri khususnya bagi teman-teman yang duduk di kelas 9 SMP/MTs serta kelas 12 SMA/SMK/MA. Bagaimana tidak, perjuangan belajar selama 3 tahun ditentukan dalam waktu yang kurang dari satu minggu. Ujian Nasional kali ini diperkirakan mulai bulai april 2011, karena UN benar-benar butuh persiapan yang matang, Baik itu persiapan secara mental, materi dan juga fisik. Lalu, strategi dan tips-tips apa saja yang harus dilakukan agar lulus ujian nasional 2011? Berikut ini strateginya.

1. Mantapkan pemahaman akan materi ujian mulai dari sekarang
2. Mintalah ke pihak sekolah SKL (Standar Kompetensi Lulusan) UN tahun sebelumnya      3. Sering-seringlah belajar kelompok dengan teman-teman yang pintar
4. Kurangi bermain
5. Seringlah berlatih mengerjakan soal UN tahun sebelumnya
6. Jaga kesehatan kalian
7. Ikuti try out UN
8. Dekatkan dirimu pada Tuhan

Pustaka : http://maspujidepok.wordpress.com


LAYANAN BIMBINGAN PENYULUHAN

Layanan penyuluhan adalah Merupakan suatu aktifitas wawancara yang dilakukan oleh seorang ahlikepada individu yang sedang mengalami suatu masalah dalam rangka untuk membicarakan dan memecahkan masalah yang sedang dihadapi dan memberikan bantuan kepada mereka, sehingga pada akhirnya bermuara pada teratasi masalah yang dihadapi oleh klien dan dapat beradaptasi dengan baikdan efektifnya dengan lingkungan hidupnya.

Tujuan bimbingan penyuluhan :

Secara umum tujuna bimbingan penyuluhan keseluruhan program pendidikan disekolah adalah untuk membantu peserta didik untuk mencapai tahap perkembangan yang optimal baik secara akademis,psikologis,maupun sosial. (Rohani, 199:4)

Secara akademis bimbingan penyuluhan bertujuan agar :

  1. Peserta didik memperoleh kesesuaian dan keseimbangan antara kemampuan akademis dengan jurusan atau program studiyang dipilih nya sehingga apa yang diinginkan dapat dicapai.

Secara psikologis bimbingan penyuluhan bertujuan agar :

  1. Peserta didik mencapai tahap perkembangan yang ditandai dengan sikap adanya kematangan dan kemandirian baik dalam sikap,mengambil keputusan maupun dalam menentukan arah dan tujuan hidupnya.

Secara sosial bimbingan penyuluhan bertujuan agar :

  1. Peserta didik dapat menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan lingkungannya dan memiliki keterampilan hidup (life skill) yang memadai.

Secara oprasioanal tujuan layanan bimbingan penyuluhan di sekolah adalah :

  1. Membantu perkembangan individu
  2. Mencegah munculnya maslah siswa
  3. Membantu mengatasi masalah siswa, memperbaiki diri dari ganguan psikologis (Tantowi 1995:39)

Contoh nya :

Peranan Bimbingan Dan Penyuluhan Dalam Menanggulangi Kesulitan Belajar Siswa

Dengan Bimbingan Di Madrasah Tsanawiyah

 

Pentingnya bimbingan dan penyuluhan di sekolah menengah pada saat ini sangat diperlukan untuk mengantarkan anak didik kearah kedewasaan. Karenanya sekolah sebagai lembaga pendidikan formal yang memerlukan tenaga pembimbing yang professional. Di mana pembimbing tidak hanya menguasai bahan pelajar, tetapi juga menguasai nilai-nilai yang terdapat dalam pendidikan. Sehubungan dengan hal tersebut maka siswa dipengaruhi oleh proses pembimbing.
Di antara pertimbangan pokok yang mendasari pembahasan tersebut adalah persoalan ini merupakan persoalan esensial. Sebab terletak di tangan pembimbing kemungkinan berhasil atau tidak pencapaian belajar. Oleh karena itu perlu dilihat bagaimana peranan bimbingan dan penyuluhan dalam penanggulangan kesulitan belajar siswa.
Membahas tentang peranan bimbingan dan penyuluhan sekolah tidak terlepas dari proses belajar mengajar dalam proses antara pembimbing dan siswa bekerja sesuai dengan fungsinya masing-masing. Secara definitif bimbingan dan penyuluhan adalah orang yang pekerjaannya mengajar dan mendidik serta sebagai pembimbing, sedangkan siswa atau anak adalah yang sedang belajar.
Berasarkan hal tersebut di atas, pembahasan makalah ini adalah tentang peranan bimbingan dan penyuluhan dalam penanggulangan kesulitan belajar siswa MTs. Wali Songo. Adapun yang menjadi pokok permasalahan dalam makalah ini adalah tentang bagaimana peranan bimbingan dan penyuluhan dalam penanggulangan kesulitan berlajar siswa MTs. Wali Songo. Sedangkan yang menjadi sub pokok permasalahan ini adalah tentang bagaimana peranan bimbingan dan penyuluhan dalam peanggulangan kesulitan belajar siswa dengan bimbingan yang bersifat preventif dan bimbingan yang bersifat kuraitif di MTs. Wali Songo.
Penelitian di lapangan dijadikan bahan masukkan untuk mengetahui situasi yang sebenarnya dan kegiatan bimbingan dan penyuluhan yang dilakukan di MTs. Wali Songo. Dari hasil penelitian lapangan diperoleh kesimpulan bahwa peranan bimbingan dan penyuluhan dalam penaggulangan kesulitan belajar siswa dengan bimbingan baik bimbingan yang bersifat preventif maupun yang bersifat kuratif adalah cukup atau sedang, hal ini nampak pada aktifitas bimbingan dan penyuluhan yang dilaksanakan di MTs. Wali Songo

 

Pustaka:

http://skripsi-qt.blogspot.com/2009/04/peranan-bimbingan-dan-penyuluhan-dalam.html

 

 

LAYANAN PEMBELAJARAN

Layanan pembelajaran adalah layanan yang diberikan kepada siswa agar siswa mampu mengembangkan sikap dan kebiasaan baik. Pembelajaran adalah proses yang dirancang untuk membawa siswa aktif dalam suasana belajar yang penuh makna, merangsang siswa untuk menggali, menemukan dan menguasai materi pelajaran

Layanan pembelajaran, berarti upaya membangkitkan siswa agar tumbuh keinginan untuk terus belajar . Juga menanamkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik. Belajar adalah kebutuhan

Contoh nya :

Jangan Takut Gagal 

Orang bijak bilang, dalam hidup itu hanya ada dua pilihan, sukses atau gagal. Begitu juga dalam pekerjaan. Tentu saja semua orang akan memilih kesuksesan. Tapi siapa yang dapat menolak jika ternyata kegagalan masih juga menghampiri anda, padahal anda sudah berusaha sekeras mungkin? Kegagalan sebetulnya merupakan hal yang manusiawi, karena tidak semua manusia bias mencapai keberhasilan. Berdasarkan pengalaman, banyak orang yang sangat trauma pada kegagalan, sehingga tak jarang sampai menimbulkan stress dan depresi bahkan sampai menimbulkan gangguan jiwa. Pada beberapa kasus, ada beberapa orang yang takut gagal sebelum bertindak. Sikap ini jelas sangat tidak bagus untuk perkembangan mental anda.

Ironisnya banyak manusia pintar yang akhirnya mengalami kegagalan hanya karena selalu dihinggapi ‘takut gagal’. Sebaliknya, tak jarang manusia yang otaknya biasa-biasa saja namun bias meraih kesuksesan berkat keyakinan dan rasa percaya dirinya. Seorang ahli jiwa pernah mengatakan, di jaman yang semakin kompetitif ini, orang-orang yang mampu bertarung melawan jaman hanyalah orang-orang yang percaya diri, agresif, sedikit nekad, pandai bicara (dibarengi dengan pengetahuan yang memadai), dan memiliki performance yang bagus. Sedangkan manusia yang pintar tapi tidak pandai mempresentasikan kepandaiannya, maaf saja, sulit sekali menggapai sukses.

Lalu apakah anda termasuk orang yang takut gagal dan sulit merefleksikan kepandaian anda? Jika ya, anda harus merubahnya dari sekarang, jangan siasiakan waktu yang berharga ini dengan berbagai macam ketakutan. Ikutilah saran berikut ini: – Pertama, jangan takut gagal! Tidak takut gagal diasumsikan dengan percaya diri. Sikap ini merupakan modal dasar seseorang untuk menggapai sukses. Karena orang yang percaya diri dan tidak takut gagal adalah orang-orang yang menghargai kemampuannya. Karena, orang yang takut gagal dan tidak percaya diri hanyalah orang-orang pengecut yang selalu meragukan kemampuan dirinya. Percayalah jika anda percaya diri, orang akan tertarik memperhatikan anda. Dan di saat orang memperhatikan anda, inilah saatnya bagi anda untuk unjuk kemampuan.

– Pacu semangat diri dengan mengisi hari-hari andadengan kegiatan yang berkualitas. Anda tak kan menghasilkan apa-apa dengan hanya bermenung diri.

– Perluas pergaulan anda seluas-luasnya. Ingat, dunia ini tak selebar daun kelor. Jika anda hanya mengurung diri saja, orang tak akan tahu kalau anda pandai.

– Jangan terlalu birokratif. Sikap ini hanya akan membuat anda selalu merasa ragu dan terpentok berbagai macam peraturan. Bersikaplah lebih berani dan sedikit nekad. Karena di saat itu, biasanya muncul kekuatan dari alam bawah sadar yang membuat anda berani mengeksploitasikan kemampuan anda.

– Dalam melakukan apapun, jangan mengandalkan kekuatan berpikir anda semata. Padukan dengan inovasi dan kreatifitas anda.

– Jangan takut kritik, mendengarkan kritik merupakan salah satu cara agar anda bisa

mengkoreksi kekurangan anda. Dengan demikian, tiket menuju sukses sudah berada dalam genggaman anda. Tapi jika ternyata anda masih gagal juga, berarti ada hal-hal diluar kuasa anda. Jangan patah semangat, jadikan kegagalan itu sebagai cermin untuk menuju sukses, yang penting jangan berhenti berusaha dan juga berdoa, oke!

http://sonyanugrah.multiply.com

 

LAYANAN BIMBINGAN  PERORANGAN

Layanan bimbingan perorangan merupakan pelayanan khusus berhubungan langsung tatap muka antara konselor dan klien. Layanan perorangan berupa dialog tatap muka antara konselor dan klien untuk memecahkan berbagai masalah dan pengembangan segenap potensi yangdimiliki.

Hubungan konseling adalah hubungan pribadi yang terbuka dan dinamis antara klien dan konselor. Hubungan ini ditandai oleh adanya kehangatan,kebebasan dan suasana yang memperkenalkan klien menampilkan diri sebagaimana adanya.

Contohnya : Neurosis Traumatik

Seorang anak SMA yang bernama Jenny seorang anak wanita yang duduk dikelas X yang bersekolah di sekolah negeri di kota nya. Jenny sewaktu pulang sekolah dia langsung  pergi ke tempat pusat perbelanjaan dikotanya dengan seorang diri untuk menemui teman nya yang disana yang sebelumnya sudah melakukan perjanjian untuk bertemu disana. Namun pada saat memasuki ruang Lift anak itu di todong dengan orang yang tidak dikenal. Sehingga akibat dari pengalaman nya itu anak itu mengalami ketakutan akibat traumatik yang dialaminya. Untuk pergi keluar rumah pun anak itu tidak berani apalagi untuk berpergian. Sehingga keseharian anak itu mengalami ganguan. Hidupnya mengalapi gangguan dan traumatik yang mendalam bagi dirinya.

Pustaka : http://www.scribd.com/doc/54596115/10/E-Layanan-Konseling-Perorangan

Rahman, Hibana s. 2003, Bimbingan dan Konseling pola 17. UCY Press Yogyakarta

 

LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK

Layanan bimbingan kelompok adalah layanan yang diberikan kepada sekelompok siswa baik ada masalah ataupun tidak ada masalah.

Bimbingan kelompok dapat dilakukan dengan permainan tertentu atau out bond. Dapat juga berupa diskusi kelompok dengan membahas masalah topik tertentu. Masalah yang dibahas dapat ditentukan oleh konselor, dapat juga dipilih sendiri oleh siswa.

Contoh nya : Merancang Strategi yang Efektif

Keterampilan merancang atau menakhlukan tujuan

Mempraktekkan sikap bertanggungjawab secara pribadi terhadap konsekuensi yang muncul dari pengambilan keputusan bersama.

  • Dapat menjalin komunikasi yang efektif dalam upaya melakukan koordinasi dalam kelompok dalam upaya mencapai tujuan.
  • Dapat merancang strategi dengan baik dalam mencapai suatu tujuan yang diharapkan.
  • Dapat berkonsentrasi dalam mencapai tujuan
  • Dapat menjalin kerjasama dalam mencapai tujuan.

Para siswa dapat membuat keputusan, merancang tujuan dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk meraih tujuan bersama.

Dengan memainkan game tentang “Pindah Botol Aqua dan Gelas”.

  • Botol aqua dan gelas diletakkan di atas tanah (garis start)
  • Dengan posisi membentuk lingkaran saling berhadapan, tugas kelompok memindahkan botol aqua yang berisi air sampai ke tempat gelas berisi air, kemudian balik membawa ke tampat awal (botol aqua) sebagai garis finishnya.
  • Masing-masing kelompok memindahkan botol aqua dengan telunjuk tangan kanan masing-masing individu dalam kelompok ke tempat yang sudah ditentukan.
  • Setelah sampai di tempat yang ditentukan, masing-masing kelompok memindahkan gelas yang berisi air dengan telunjuk tangan kanan masing-masing individu dalam kelompok.
  • Masing-masing kelompok punya waktu hanya 5 menit saja.
  • Permainan akan berakhir apabila masing-masing kelompok sudah berhasil memindahkan gelas sampai ke tempat pertama/finish.
  • Kelompok yang berhasil pertama kali dinyatakan sebagai pemenangnya.
  • Setelah selesai permainan ini, barulah kita mengadakan refleksi terhadap apa yang baru saja telah dilakukan.

b. Pembentukan kelompok : Dalam pembagian kelompok ini,peserta dibagi menjadi 4 kelompok. Adapun pembagian kelompok tersebut berdasarkan nomor urut yang dikondisikan, dimana nomor ganjil berkumpul dengan yang ganjil begitupun yang nomor genap berkumpul dengan yang genap.

c. Konsolidasi : Konselor memberikan kesempatan kepada peserta untuk melakukan konsolidasi sekiranya ada yang belum dipahami dalam pelaksanaan bimbingan kelompok dan tugasnya. Misalnya,”Adik-adik semuanya,apa sudah mengerti dengan kegiatan yang akan kita adakan sekarang? Kalau ada yang belum mengerti silakan ditanyakan!

.      Tahap Transisi

a.  Storming : Konselor mendorong dan memotivasi konseli untuk mengikuti kegiatan bimbingan kelompok tersebut dengan baik, berupaya mengkondisikan situasi pelaksanaan layanan supaya kondusif. Misalnya saja ”Adik-adik semuanya yang sangat luar biasa,,nah bapak harapkan adik-adik mengikuti kegiatan ini dengan baik,tidak usah tegang, namun relaks tapi fokus.ok siap anak-anak!”

d.  Norming :Konselor melakukan re-konsolidasi dan re-konstruksi kelompok dengan melakukan pembagian tugas dan kontrak terhadap layanan yang akan dilaksanakan, sehingga peran masing-masing anggota kelompok mengerti dengan tugasnya masing-masing. Saya akan berikan adik-adik untuk mencobanya terlebih dahulu, saya berikan waktu lima menit untuk mencobanya.

3.      Tahap Kerja

a.    Eksperientasi

Peserta yang sudah berada dalam kelompoknya masing-masing dikondisikan untuk melakukan permainan yang sudah dipersiapkan, yaitu memindahkan botol aqua dan gelas berisi air. Adapun operasional pelaksanaannya yaitu:

–      Masing-masing kelompok disuruh untuk berbaris untuk melakukan warming up dengan teknik data prosesing : mengurutkan beberapa karakteristik kelompok.

–      Fasilitator menyuruh masing-masing kelompok untuk menyiapkan diri memindahkan botol ke tempat yang ditentukan, dimana di tempat tersebut sudah dinanti oleh sebuah gelas yang berisi air untuk dipindahkan ke tempat awal dengan jari telunjuk.

  1. Peserta disuruh memindahkan botol aqua yang berisi air ke tempat yang ditentukan dengan menggunakan jari telunjuk kanan masing-masing anggota kelompok.
  2. Setelah sampai di tempat yang ditentukan, peserta pada masing-masing kelompok disuruh untuk memindahkan gelas berisi air yang sudah disediakan fasilitator. Gelas tersebut dipindahkan ke tempat awal dimana botol berisi air diletakkan sebelum dipindahkan tadi.
  3.  Bagi yang sampai pertama kali dinyatakan sebagai pemenangnya.
  4. Waktu yang disediakan hanya 5 menit. Sehingga peserta berkompetisi dengan waktu dan kecepatan mencapai garis finish.

b.    Identifikasi    

Apabila kegiatan tersebut sudah dijalankan,dan semua kelompok sudah selesai melakukannya, maka selanjutnya konselor melakukan refleksi tahap satu dengan melontarkan beberapa pertanyaan untuk mengidentifikasi pola respon konseli setelah melakukan teknik movement (memindahkan botol dan gelas) tersebut (what happen?). Adapun pertanyaan yang bisa dimunculkan, yaitu:

–  Apakah kalian sudah melakukan kegiatan tadi dengan sunggguh-sungguh?

– Apakah masing-masing anggota kelompok sudah terlibat dengan baik dalam kegiatan tadi?

– Apakah yang kalian pikirkan sebelum memindahkan botol dan gelas tadi dengan jari telunjuk saja?

c.    Analisis        

Konselor melakukan refleksi tahap dua dengan cara mengajak konseli/siswa untuk memikirkan makna bagi penyelesaian masalahnya (so what?). Adapun beberapa pertanyaan analisis yang bisa disampaikan yaitu:

  • Apakah ada perbedaan tingkat kesusahan antara memindahkan botol dengan gelas yang berisi air ke tempat yang dituju tadi?
  • Letak perbedaannya seperti apa?
  • Mana yang lebih susah memindahkan botol aqua atau gelas yang berisi air?
  • Apakah kalian mengalami kesulitan untuk merancang strategi dalam upaya mencapai tujuan tersebut?
  • Bagaimana perasaan kalian ketika berhasil memindahkan kedua media tersebut ke tempat yang ditentukan tadi?
  •  Apakah kalian merasakan sesuatu yang berkesan setelah melakukan kegiatan tadi?

d.    Generalisasi 

Konselor melaksanakan refleksi tahap akhir dengan cara mengajak konseli/siswa membuat rencana perbaikan atas kelemahan-kelemahannya (now what?). Adapun beberapa pertanyaan yang bisa dilontarkan yaitu:

–   Bagaimana upaya menghadapi kesulitan dalam memindahkan kedua instrumen tadi?

–    Bagaimana upaya kalian untuk merancang strategi untuk mencapai tujuan tadi?

–  Apa yang kalian dapat simpulkan dari kegiatan tadi, terkait dalam merancang dan menaklukkan tujuan?.

4.      Tahap Terminasi

a.    Refleksi umum : Konselor mengajak konseli untuk melakukan review atas proses bimbingan kelompok yang sudah dilaksanakan. Misalnya saja”Adik-adik semuanya, bagaimana perasaan kalian setelah melakukan kegiatan tadi?” Apakah kalian menemukan hal-hal baru yang sifatnya berkesa setelah mengikuti kegiatan tersebut? Pada intinya, kita perlu kekompakan dan kerjasama yang efektif dalam suatu tim sehingga dapat mencapai tujuan bersama.

b.    Tindak Lanjut

Konselor memberikan penguatan kepada konseli untuk merealisasikan rencana-rencana perbaikannya. Misalnya” Adik-adik semuanya, karena kalian sudah mengetahui betapa pentingnya kerjasama tim, maka kita mestinya meningkatkan koordinasi, merancang strategi, komunikasi efektif dan kebersamaan tujuan.

 

PUSTAKA :

http://www.scribd.com/doc/4100071/Layanan-Bimbingan-Konseling-di-Sekolah

 

 

LAYANAN KONSULTASI

Layanan Konsultasi merupakan layanan yang memungkinkan seseorang memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau permasalahan orang lain yang menjadi kepeduliannya.

Tujuan Layanan Konsultasi Menurut Fullmer & Bernard (dalam Shetzer,1985) layanan konsultasi bertujuan :

  1. Memperbaiki komunikasi dengan cara memberikan fasilitas informasi yang bermanfaat dan langsung bagi orang-orang terkait (orang tua),
  2. Mengajak semua orang yang mempunyai fungsi dan peran dalam memperbaiki lingkungan belajar,
  3. Memperluas layanan para ahli dalam memberikan layanan kepada orang lain yang membutuhkan bantuan,
  4. Memperluas kedalaman layanan pendidikan bagi konselor kepada orang tua, guru bidang studi, dan kepala sekolah,
  5. Membantu orang lain (orang tua) bagaimana belajar menangani tingkah laku bermasalah pada anak, dan
  6. Menggerakan kelompok, organisasi, individu membantu dirrinya sendiri.

Contoh nya :

Peserta didik yang mengalami masalah dalam menetukan jurusan (IPA/IPS)yang akan ia ambil atau dipilihnya.Ia menemui konselor untuk berkonsultasi tentang masalahnya tersebut.Pada masalah yang dialami peserta didik,konselor memberikan layanan konsultasi yang nantinya peserta didik diberikan pemahaman / wawasan guna memperoleh informasi.

Caranya;

Dengan menjelaskan kepada peserta didik ,tentang kelemahan,kelebihan & juga peluang kerja yang dimiliki masing-masing jurusan.

  1. 1.      JURUSAN  IPA

a)      Kelebihan:

  • Bisa lintas jurusan begitu memilih PTN, karena jurusan ini selalu bisa survive dari segala jenis pelajaran. Ada anggapan kalo murid IPA selalu bisa beradaptasi dengan pelajaran IPS dengan mudah.
  • Melatih kemampuan logika dan penyelesaian masalah. Sehingga dalam dunia kerja lulusan IPA juga dianggap bisa bekerja di bidang IPS.

b)      Kelemahan:

  • Sering terlihat belajar terus, seperti tak ada waktu santai. Agak kurang dalam pengetahuan pergaulan.
  • Pada akhirnya sering memilih jurusan IPS karena mengaku salah jurusan pada waktu kuliah, karena tidak kuat menjalani beberapa mata kuliah.
  •  Belum tentu bisa menggabungkan metode menghafal dan menalarkan pelajaran.

c)             Peluang:
Ada peluang go international dengan mengikuti olimpiade sains. Pada saat kuliah nanti, bagusnya sih juga mempelajari ilmu bisnis dan marketing untuk mendukung ilmu “teknik”-nya.

2JURUSAN IPS

  1. Kelebihan:
    – Bukan santai, tapi pelajarannya memang hanya membutuhkan penalaran aja.
    – Saat ini, dunia kerja lebih membuka lapangan pekerjaan luas untuk jurusan Sosial.
    – Karena masih ada waktu untuk bergaul, wawasan tentang dunia pergaulan bisa lebih   luas.
  2. Kelemahan:

-Sangat berat bila bersaing di bidang IPA atau eksakta.
-Cap miring soal jurusan pelarian dan gayanya yang santai

  1. c.     Peluang:

Keahlian komunikasi yang baik harus ditambah dengan penguasaan bahasa asing supaya bisa menguasai dunia kerja yang makin go international ini.

Pustaka : Djumhur. I., Moh. Surya. Drs., 1975, Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah, Bandung, C.V. Ilmu.

Prayitno., Amti, erman. 1999, Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling, Jakarta, Rineka Cipta.

http://bandono.web.id/2008/05/05/program-kerja-layanan-bimbingan-konseling-dalam-ktsp-sma-negeri-7-yogyakarta.php

LAYANAN KONSELING KELOMPOK

Layanan konseling kelompok adalah layanan bimbingan dan konseling yang diberikan kepada sekelompok individu. Keuntungan dari layanan ini adalah dengan satu kali pemberian layanan , telah memberikan manfaat atau jasa sekelompok  kepada orang.

Konseling kelompok adalah layanan yang diberikan kepada sekelomok individu guna mengatasi masalah yang relatif sama sehingga mereka tidak mengalami hambatan untuk mengembangkan segenap potensi yang dimiliki.

Contoh nya :

MEMBANGUN KONSEP DIRI POSITIF**

Banyak orang gagal bukan karena tidak punya potensi dan kemampuan, tetapi Kegagalan sering terjadi akibat kesalahan konsep diri. Sadarilah bahwa diri kita unik dan Allah menciptakan manusia berbeda satu sama lainnya dan memiliki keunikan tersendiri. Sehingga be yourself – jadilah diri sendiri, ‘gheano seathon’ – kenalilah diri sendiri dan janganlah meniru orang lain yang penting adalah jujur pada diri sendiri, sadari tujuan, keinginan, kekuatan dan kelemahan diri. Apa yang telah saya lakukan untuk memaksimalkan kemampuan saya ? apa yang telah saya lakukan untuk membantu mengerjakan semua yang saya bisa? Tetapkan standar internal anda dalam rangka menjadi sosok manusia yang dicita-citakan, sosok aktifis yang tangguh, sosok kader Muhammadiyah yang militant dan penuh girah..

PEMAKNAAN ISTILAH KONSEP DIRI DAN KONSEP DIRI SEORANG MUSLIM.

KOnsep diri sering diidentikan dengan istilah penghargaan diri (self esteem) yang sebenarnya sudah ada sejak lahir dengan fitrahnya seperti bayi yang polos dan self esteem kita berkembang seiring berkembangnya interaksi dengan orang lain.

Dale Carnegie (1993:31) mengartikan sebagai “suatu gabungan-suatu montase- dari semua gambaran mental yang anda ambil untuk diri anda – gambaran fikiran tentang bagaimana anda bertingkah laku.”

Definisi self esteem yang diungkapkan seorang psikolog, Dr. Palladino (1994) secara lengkap mendefinisikan sebagai :

§ Kepercayaan terhadap diri sendiri.

§ Kemampuan untuk melihat posisi diri dunia ini secara realistis dan optimis

§ Keyakinan akan kemampuan dalam membuat perubahan dan menghadapi tantangan hidup.

§ Kapasitas untuk memahami kelemahan diri dan berusaha memperbaiki diri

§ Pengetahuan tentang dri sendiri serta penerimaan akan pengetahuan tersebut.

§ Kemampuan untuk mengakui keunikan diri dan berbangga terhadap apa yang membuat diri kita unik

§ Keperacayaan akan nilai diri dan penghargaan akan kemampuan yang dimiliki

§ Kepercayaan tentang apa yang kita dapat lakukan, cara pandang positif dan keyakinan diri untuk melakukan sesuatu yang baru.

§ Kemampuan untuk untuk menggali dan menerapkan keterampilan dalam prilaku positif

§ Pemahaman bahwa kita berharga bagi diri sendiri dan orang lain

§ Mengetahui siapakah saya ?, Apa yang saya dapat lakukan serta bagaimanakah memproyeksikan pengetahuan ini lewat tindakan nyata.

§ Mencintai diri sendiri, bagimanapun juga penampilan diri dimiliki

§ Menyukai diri sendiri, menghargai diri sendiri dan mau mengahadapi resiko dan kegagalan yang mungkin menghadang.

§ Menerima diri saya apa adanya dan memiliki kekuatan untuk mendesain kehidupan yang saya inginkan.

Bagaimana dengan Konsep diri seorang muslim ?

Konsep diri seorang muslim penulis artikan sebagai: “Suatu potensi yang dimiliki manusia sebagai mahluk pribadi dan mahluk social dalam mengkomunikasikan dengan permasalahan hidup melalui pencerahan spiritual, kepribadian dan pengolahan daya fikir sehingga memantapkan pola tindakan secara benar dan bisa mengsinergikan dengan aktifitas sehari-hari secara seimbang antara pekerjaan, organisasi dan pergaulannya dengan manusia lainnya dalam kerangka nilai Islami” Atau

bisa juga bisa diartikan sebagai nilai-nilai yang mampu merubah dan memberikan kekuatan pribadi sehingga bisa tetap survival dalam mempertahankan keimanannya dan fiqrahnya dan siap menerima perbedaan dengan fiqrah lainnya tanpa menghujat tapi tidak toleransi dengan penyimpangan dan tidak merasa paling benar tapi bersifat

tegas mempertahankan sesuatu yang prinsifil (qoth’i) dan tetap menjalin ukhuwah walau berbeda prinsip dengan kita.

KONSEP DIRI RENDAH = SELF ESTEEM RENDAH

Seringkali kita memandang diri kita rendah dan tak berguna. Cara pandang negative terhadap diri sendiri dan selalu diiringi persepsi negative terhadap orang lain, adalah cirri rendahnya self esteem alias penghargaan diri.

Bahaya kurangnya self esteem yang rendah akan memicu dua sikap ekstrim yang merugikan.

Pertama, sikap pasif yaitu tidak tegas dalam melakukan berbagai tindakan akibata adanya rasa takut membuat orang lain tersinggung, merasa diperintah atau merasa digurui yang akan membuat mereka membenci dan mengucilkan kita. Padahal ketegasan adalah kunci kedisiplinan yang merupakan modal penting bagi keberhasilan diri dan aktifitas kita.

Kedua sikap agresif, memaksakan gagasan, tidak mau menerima masukan dari orang lain dan cenderung mengundang perdebatan disbanding penyelesaian masalah. Padahal sikap menentang dan mengabaikan ide-iide orang lain berarti menghambatkan tercapainya keputusan yang tepat dan akurat. Juga berarti merugikan dri sendiri, orang lain dan organisasi dimana kita ingin tetap eksis didalanya. Ciri-ciri konsep diri yang rendah

1. Kesalahan persepsi terhadap diri sendiri dibandingkan orang lain : anggapan bahwa orang lain lebih baik penampilannya, lebih cemerlang idenya, lebih diperhatikan banyak orang dan akhirnya kita merasa tertinggal jauh dan untuk merubahnya tidak mampu akhirnya tidak punya keinginan untuk berubah atau menrima tantangan.

2. Koncep diri yang rendah dipengaruhi cara berfikir tentang persepsi orang lain terhadap anda : penuh prasangka dengan apa yang dibicarakan teman tentang diri anda, kritikan dianggap sebagai cemoohan, iri hati dan usaha menjatuhkan diri anda dimuka public, akhirnya tidak pernah mempercayai orang lain, apalagi berintropeksi terhadap apa yang telah dilakukan.

BAGAIMANAKAH MEMBANGUN SELF ESTEEM ?

§ Belajar menyukai diri sendiri.

Menyukai diri sendiri bukan berarti sombong tapi selalu memiliki perasaan positif dan bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Bukan berarti malas melainkan menorong diri kita untuk terus berjuang untuk menjadi pribadi yang sholeh secara emosional maupun secara spiritual.

§ Kembangkan pemikiran positif

Cara berfikir kita mengendalikan hidup kita. Bila kita berfikir sesuatu dapat terjadi maka itu akan terjadi karena tindakan kitalah yang membuatnya terjadi. Pemikiran positif inilah mendorong sikap optimis, berjiwa pememang, keberanian mengahdapi tantangan dan resiko.

§ Perbaiki kualitas hubungan interpersonal.

Disaat kita krisis kepribadian seperti minder, tidak berguna, pesimistis, maka dukungan orang lain sangat dibutuhkan. Bersilaturahmilah, tingkatkan keakraban dengan teman dan saudara kita dan mintalah kritk dan tausiyah akan mendorong kita memahami apa yang harus segera dibenahi. Berorganisasilah, kita adakan dapat wawasan dan menmukan figure positif, kehangatan hubungan sosisal sehingga meningkatkan semangat hidup.

§ Bersikap proaktif.

Proaktif berarti berani mengambil tanggungjawab dan tidak menyalahkan orang lain jika gagal. Kemduaian mau berlatih membuat keputusan efektif dan perencanaan strategis, cepat menangkap peluang, berinisiatif dan tidak menunggu-nunggu orang lain. No lucky for the jobless.

§ Jaga keseimbangan hidup

Konsep diri rendah karena kita tidak bisa menyeimbngkan diri dalam mengelola waktu, energi dan emosi kita. Buatlah prioritas antara aktifitas belajar/kuliah/kerja dengan aktifitas dirumah/keluarga; prioritas kehidupan pribadi dan kehidupan social; antara aktifitas fisik dengan aktifitas ruhiyah kita. Buatlah visi, misi dan target hidup anda baik jangka panjang maupun jangka pendek. Buatlah evaluasi (muhasabah) harian atau mingguan secara teratur.

§ Ubah cara berkomunikasi.

Ucapan ibarat pedang yang kalau tidak hati-hati akan menebasnya, sehingga ubahlah cara komunikasi diri (self talk) dengan mengubah ungkapan negative menjadi ungkapan positif :

a) Selalu menggunakan kata ‘saya’ jangan aku atau anda agar tidak terkesan tinggi hati atau menggurui.

b) Gunakan kalimat yang menjelaskan situasi sekarang bukan masa lalu atau angan-angan.

c) Katakan apa yang anda inginkan, bukan apa yang anda tidak inginkan.

d) Hindari perkataan ‘jangan’ atau julukan negative kepada diri sendiri dan orang lain, sebab akan melemahkan semangat dan menjatuhkan citra diri.

e) Simaklah dulu ucapnnya sebelum menyimpulkan atau memvonisnya.

f) Berikan umpan balik positif kepada orang lain dengan menggunakan kata :”saya menghargai, saya memahami, saya percaya anda orang baik, dsb”

g) Biarkan bahasa tubuh anda positif, walau anda sedang sedih, marah dan suntuk. Just keep smiling.

BAGAIMANAKAH MENATA KONSEP DIRI SEORANG MUSLIM ?

A. Penataan spiritual religuitas (salimul aqidah, sahihul ibadah & matinul khuluq).

a) Pemahaman Aplikatif aqidah/ keyakinannya (eksistensi Allah, nilai kebenaran, nilai kritis, nilai kerja, nilai pergaulannya dan nilai hubungan) yang teraplikasi dalam cara ibadah, cara bekerja, cara berorganisasi dan cara berpola fikir yang melahirkan konsistensi (istiqomah).

b) Konsistensi pribadi ini akan melahirkan konsep diri positif, keberanian, rasa percaya diri, ketenangan jiwanya terhadap berbagai permasalahan hidup.

c) Strateginya adalah kenali diri sendiri, kemudian binalah diri (tarbiyah zakiyah) atau menej diri sendiri dengan aktifitas harian kita yang menularkan virus baik bagi teman dan sekitarnya.

B. Penataan kematangan pribadi (mujahidu linnafsi).

Penataan spiritual akan berpengaruh pada tingkat kematangannya sebagai manusia, tapi perlu adanya keuletan manusia untuk melatih dan mengasah, antara lain

a) Penataan kekuatan pola berfikir (mutsaqol fikri)

b) Sinergitas diri, pekerjaan, dakwah, organisasi dan pergaulan (tarbiyatul jakiyun)

C. Konsep diri dengan orang lain

a) Memperbaiki Komunikasi dan relationshif

b) Membangun hubungan Keluarga

c) Membangun komitmen dengan tim.

d) Regenerasi

e) Sinergitas

Demikianlah membangun konsep diri bukanlah hal yang mudah membutuhkan adanya proses konsisten dalam berbagai hal yaitu adanya Pembina, pembinaan rutin dan adanya control dan adanya mediator pembinaan. Tapi ada yang lebih praktis kosnep diri bisa dibentuk sendiri melalau pembinaan dan memenej diri sendiri dengan teratur.

MAROZI :

§ MEDIATOR PEMBINA :

a) ILNA LEARNING lembaga pembinaan pribadi remaja yang berpusat di Bogor.

b) Lembaga Manajemen Terapan TRUSTCO, dibawah pimpinan Bambang Sutrisno Wibowo, seorang pakar kesehatan masyarakat yang terkenal dengan sharpening our concept tools (SHOOT).

c) ESQ LEARNING, lembaga manajemen model ESQ dibawah seorang praktisi Ari Ginanjar Agustian yangterpokus pada pembinaan emosional spiritual berdasarkan konsep rukun iman dan rukun islam

d) Managemen qolbu, dibawah bimbingan KH Abdullah Gymnastiar, dll.

SUMBER :

BS Wibowo, SHOOT, TRUSTCO, PT syamil cipta media, Bandung, 2002.

 Dale Carnegie, bagaimana mencari kawan dan mempengaruhi orang lain, Jakarta, 1993.

 Dvid J swartzberfikir dan berjiwa besar, Jakarta, 1999.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 05/08/2011 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: